Showing posts with label Peserta Didik Baru. Show all posts
Showing posts with label Peserta Didik Baru. Show all posts

14 July 2016

Mengenal Program Bridging Course untuk SMP

Mengenal Program Bridging Course untuk SMP
Pelaksanaan TOT Brigding Course Region Surabaya beberapa waktu yang lalu
Tahun pelajaran baru tentunya tidak akan terlepas dari penerimaan siswa baru. Adanya siswa baru sering menimbulkan berbagai permasalahan yang sangat mempengaruhi perjalanan proses pembelajaran bagi siswa pada tahap selanjutnya. 

Pada jenjang SMP salah satu masalah yang sering timbul adalah tingkat kesiapan lulusan SD ketika memasuki jenjang SMP. Seringkali banyak lulusan SD yang belum benar-benar siap memasuki jenjang SMP. Hal ini antara lain disebabkan oleh belum memadainya mutu pendidikan di sejumlah SD. Pola pendidikan yang saat ini berlangsung member kemungkinan lulusan SD, walaupun dengan tingkat penguasaan “terbatas” dapat lulus dan berhak melanjutkan ke SMP. Kondisi seperti itu kemudian menjadi masalah bagi guru di SMP, yaitu kesulitan memullai pelajaran karena bekal awal yang dmiliki oleh siswa lulusan SD tidak memadai untuk mengikuti pelajaran di SMP.

Salah satu solusi yang dipandang efektif untuk mengatasi masalah tersebut, adalah dengan memberikan program “Bridging Course” kepada mereka di awal tahun pelajaran di SMP. 

Apa itu progam Bridging Course ?

Program Bridging Course (BC) adalah semacam program matrikulasi untuk meningkatkan kemampuan awal siswa di tingkat SMP pada beberapa mata pelajaran. Program Bridging Course (BC) merupakan program pembelajaran pada beberapa mata pelajaran yang dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan awal siswa baru SMP, sehingga pada saat pembelajaran siswa mengikuti pelajaran dengan baik, lancer dan mampu menguasai materi pelajaran secara optimal.

Program Bridging Course (BC) di SMP dapat dilaksanakan dengan berbagai pola dengan jangka waktu yang berbeda-beda, misalnya :
  1. Bridging Course (BC) dapat diintegrasikan dengan pelaksanaan kegiatan-kegiatan selama masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS). Dalam pola ini BC merupakan salah satu agenda PLS, artinya ada waktu khusus yang dialokasikan setiap hari selama masa PLS berlangsung. Banyaknya waktu yang dialokasikan sangat tergantung pada tingkat kesiapan peserta didik baru dalam mengikuti pelajaran di SMP (yang dapat diketahui melalui tes diagnostik) dan waktu keseluruhan yang dimiliki untuk kegiatan PLS.
  2. Bridging Course (BC) dapat dilakukan secara intensif pada periode waktu tertentu, misalnya selama satu minggu atau lebih (enam hari berturut-turut) sebelum atau sesudah kegiatan PLS (di awal tahun pelajaran). Semua waktu pada periode tersebut dijadwalkan untuk Bridging Course (BC). Lama penyelenggaraan (banyaknya hari yang dialokasikan) sangat tergantung pada kesiapan peserta didik baru dalam mengikuti pelajaran di SMP dan kalender akademik sekolah.
  3. Bridging Course (BC) dapat diberikan dalam bentk pelajaran tambahan setelah pelajaran berakhir setiap hari pada awal tahun pelajaran baru, selama jangka waktu tertentu. Setiap hari atau setiap dua hari sekali peserta didik diberi pelajaran tambahan selama dua jam atau lebih. Banyaknya waktu yang dialokasikan sangat tergantung pada tingkat kesiapan peserta didik baru dalam mengikuti pelajaran di SMP (yang dapat diketahui melalui tes diagnostik). Dalam pola ini Bridging Course (BC) dapat diberikan selama satu tahun, dua atau lebih pada bulan-bulan awal semester satu kelas VII SMP.
Ingin tahu lebih jauh tentang program Bridging Course (BC) ? tunggu postingan Al-Maududy berikutnya.

07 May 2016

Contoh format Surat Keterangan Lulus Ujian dan SHUN Sementara

Setelah siswa lulus Ujian dari satuan pendidikan idealnya langsung menerima sertifikat kelulusannya, dalam hal ini berupa Ijazah dan SHUN. Kedua dokumen penting tersebut merupakan syarat mutlak untuk mendaftar ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi berikutnya.
Contoh format Surat Keterangan Lulus Ujian dan SHUN Sementara


Kenyataan di lapangan kedua dokumen asli tersebut sering tidak real time, artinya terbitnya dokumen yang asli sering terlambat. Sementara itu deadline pendaftaran ke sekolah yang lebih tinggi biasanya dibatasi dengan ketat. Bisa dimaklumi karena penerbitan kedua dokumen asli itu membutuhkan proses yang tidak singkat. Ijazah misalnya, dimulai dari proses laporan kilat hasil ujian yang akan dijadikan dasar pembagian jatah blanko, penulisan, penempela foto, cap tiga jari, tanda tangan kepala sekolah, fotokopi dan seterusnya. Prosesnya cukup panjang. Sedangkan SHUN diterbitkan/dicetak oleh panitia UN Provinsi, juga tidak bisa langsung diterima saat pengumuman ujian.

Kondisi tersebut bisa diatasi dengan membuat dokumen sementara yang memiliki kekuatan hukum sama sebagai salah satu syarat untuk mendaftar ke pendidikan yang lebih tinggi. Dokumen pengganti tersebut dapat berupa Surat keterangan lulus dan Sertifikat Hasil Ujian Nasional Sementara (SHUN) yang dapat dibuat dan ditandatangani oleh kepala sekolah.

Tidak ada format yang baku untuk kedua dokumen itu, yang penting memuat keterangan dari kepala sekolah bahwa siswa yang bersangkutan telah lulus dari satuan pendidikan tersebut dengan nilai sekian…
Berikut ini kami coba memberikan contoh format yang bisa dipakai :

Contoh format Surat Keterangan Lulus Ujian :

 Logo Lombok Timur
PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK TIMUR
DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA
SMP NEGERI 2 WANASABA
Alamat : Jl. Segara Anak Karang Baru, Kec. Wanasaba Lotim KP. 83653.

SURAT KETERANGAN LULUS UJIAN
NOMOR : 421/___/SMPN.2/2016

Yang bertanda tangan di bawah ini Kepala SMP Negeri 2 Wanasaba, menerangkan bahwa :

nama
:
...................................................................................
tempat dan tanggal lahir
:
...................................................................................
nama orang tua/wali
:
...................................................................................
nomor induk siswa
:
...................................................................................
nomor induk siswa nasional
:
...................................................................................
nomor peserta ujian nasional
:
...................................................................................
Sekolah asal
:
 SMP Negri 2 Wanasaba
 LULUS
dari satuan pendidikan setelah memenuhi seluruh kriteria sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
Demikian surat keterangan ini dibuat untuk bisa digunakan mendaftar pada jenjang selanjutnya dan berlaku sampai terbitnya ijazah yang asli.

Karang Baru, 11 Juni  2016
Kepala Sekolah,



ABDUL KAHAR MUZAKKIR, S.Pd.
NIP. 19690925 199303 1 004


Contoh fomat Sertifikat Hasil Ujian Nasional (SHUN) Sementara

Baca juga : MEMBUAT SKHU SEMENTARA DENGAN “MAIL MERGE”

 Logo Lombok Timur
PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK TIMUR
DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA
SMP NEGERI 2 WANASABA
Alamat : Jl. Segara Anak Karang Baru, Kec. Wanasaba Lotim KP. 83653.

SERTIFIKAT HASIL UJIAN NASIONAL SEMENTARA (SHUNS)
NOMOR : 421/___/SMPN.2/2016

Kepala SMP Negeri 2 Wanasaba, sebagai pelaksana Ujian Nasional memberikan Sertifikat Hasil Ujian Nasional Sementara (SHUNS) kepada:

nama
:
...................................................................................
tempat dan tanggal lahir
:
...................................................................................
nomor induk siswa nasional
:
...................................................................................
nomor induk siswa
:
...................................................................................
nomor peserta ujian nasional
:
...................................................................................
Sekolah asal
:
SMP Negeri 2 Wanasaba
NPSN Sekolah Asal
:
50202475

yang telah mengikuti Ujian Nasional (UN) yang diselenggarakan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 57 Tahun 2015, dengan hasil sebagai berikut :
No
Mata Pelajaran
Nilai UN Siswa
Katagori Nilai
Rerata Nilai UN
Kab/Kota
Provinsi
Nasional
1
Bahasa Indonesia





2
Bahasa Inggris





3
Matematika





4
Ilmu Pengetahuan Alam







Karang Baru, 11 Juni  2016
Kepala Sekolah,



ABDUL KAHAR MUZAKKIR, S.Pd.
NIP. 19690925 199303 1 004

13 November 2015

MEMAHAMI PESERTA DIDIK

Memahami Peserta Didik
Mengajar atau “teaching” adalah membantu peserta didik memperoleh informasi, ide, keterampilan, nilai, cara berfikir, sarana untuk mengekspresikan dirinya, dan cara-cara belajar bagaimana belajar (Joyce dan Well, 1996). Sedangkan pembelajaran adalah upaya untuk membelajarkan peserta didik. Secara implisit dalam pembelajaran terdapat kegiatan memilih, menetapkan, mengembangkan metode untuk mencapai hasil pembelajaran yang diinginkan. Pemilihan, penetapan, dan pengembangan metode didasarkan pada kondisi pembelajaran yang ada. Kegiatan-kegiatan tersebut pada dasarnya merupakan inti dari perencanaan pembelajaran. Dalam hal ini istilah pembelajaran memiliki hakekat perencanaan atau perancangan (disain) sebagai upaya untuk membelajarkan peserta didik. Itulah sebabnya dalam belajar peserta didik tidak hanya berinteraksi dengan guru sebagai salah satu sumber belajar, tetapi berinteraksi juga dengan keseluruhan sumber belajar yang lain. Oleh karena itu pembelajaran menaruh perhatian pada “bagaimana membelajarkan peserta didik”, dan bukan pada “apa yang dipelajari peserta didik”. Dengan demikian pembelajaran menempatkan peserta didik sebagai subyek bukan sebagai obyek. Oleh karena itu agar pembelajaran dapat mencapai hasil yang optimal guru perlu memahami karakteristik peserta didik.

Menurut Piaget sejak lahir peserta didik mengalami tahap-tahap perkembangan kognitif. Setiap tahapan perkembangan kognitif tersebut mempunyai karakteristik yang berbeda. 

A. Tahap-tahap Perkembangan Peserta Didik


Perkembangan kemampuan peserta didik sesuai dengan tugas-tugas perkembangannya baik dalam aspek kognitif maupun aspek non-kognitif melalui tahap-tahap sebagai berikut.

  1. Perkembangan kemampuan peserta didik usia sampai 5 tahun (TK). Pada usia ini, anak (peserta didik) berada dalam periode “praoperasional” yang dalam menyelesaikan persoalan, ditempuh melalui tindakan nyata dengan jalan memanipulasi benda atau obyek yang bersangkutan. Peserta didik belum mampu menyelesaikan persoalan melalui cara berpikir logik sistematik. Kemampuan mengolah informasi dari lingkungan belum cukup tinggi untuk dapat menghasilkan transformasi yang tepat. Demikian juga perkembangan moral peserta didik masih berada pada tingkatan moralitas yang baku. Peserta didik belum sampai pada pemilihan kaidah moral sendiri secara nalar. Perkembangan nilai dan sikap sangat diperngaruhi oleh situasi yang berlaku dalam keluarga. Nilai-nilai yang berlaku dalam keluarga akan diadopsi oleh peserta didik melalui proses imitasi dan identifikasi. Keterkaitan peserta didik dengan suasana dan lingkungan keluarga sangat besar. 
  2. Perkembangan kemampuan peserta didik usia 6-12 tahun (SD). Pada usia ini peserta didik dalam periode operasional konkrit yang dalam menyelesaikan masalah sudah mulai ditempuh dengan berpikir, tidak lagi terlalu terikat pada keadaan nyata. Kemampuan mengolah informasi lingkungan sudah berkembang sehingga transformasi yang dihasilkan sudah lebih sesuai dengan kenyataan. Demikian juga perkembangan moral anak sudah mulai beralih pada tingkatan moralitas yang fleksibel dalam rangka menuju ke arah pemilihan kaidah moral sendiri secara nalar. Perkembangan moral peserta didik masa ini sangat dipengaruhi oleh kematangan intelektual dan interaksi dengan lingkungannya. Dorongan untuk keluar dari lingkungan rumah dan masuk ke dalam kelompok sebaya mulai nampak dan semakin berkembang. Pertumbuhan fisik mendorong peserta didik untuk memasuki permainan yang membutuhkan otot kuat.
  3. Perkembangan kemampuan peserta didik usia 13-15 tahun (SLTP). Pada usia ini peserta didik memasuki masa remaja, periode formal operasional yang dalam perkembangan cara berpikir mulai meningkat ke taraf lebih tinggi, absrak dan rumit. Cara berpikir yang bersifat rasional, sistematik dan ekploratif mulai berkembang pada tahap ini. Kecenderungan berpikir mereka mulai terarah pada hal-hal yang bersifat hipotesis, pada masa yang akan datang, dan pada hal-hal yang bersifat abstrak. Kemampuan mengolah informasi dari lingkungan sudah semakin berkembang. 
Peserta didik SLTP berada pada tahap perkembangan usia masa remaja yang pada umumnya berusia antara 13 sampai 15 tahun. Peserta didik SLTP pada masa ini memiliki ciri-ciri yang oleh para ahli sering digolongkan sebagai ciri-ciri individu yang kreatif. Indikator individu yang kreatif antara lain memiliki rasa ingin tahu yang besar, senang bertanya, imajinasi yang tinggi, minat yang luas, tidak takut salah, berani menghadapi risiko, bebas dalam berpikir, senang akan hal-hal yang baru, dan sebagainya.

Setiap tugas perkembangan individu memiliki tugas-tugas perkembangan yang harus diselesaikan dalam hidupnya. Tugas perkembangan yang berhasil adalah yang dapat direalisasikan dalam hidupnya sesuai dengan situasi dan kondisinya.

B. Tugas-tugas Perkembangan Peserta Didik


Tugas-tugas perkembangan peserta didik SLTP pada dasarnya adalah sebagai berikut :

  1. Mencapai perkembangan diri sebagai remaja yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Mempersiapkan diri, menerima dan bersikap positif serta dinamis terhadap perubahan fisik dan psikis yang terjadi pada diri sendiri.
  3. Mencapai pola hubungan yang baik dengan teman sebaya dalam peranannya sebagai pria dan wanita.
  4. Mengarahkan diri pada peranan sosial sebagai pria atau wanita.
  5. Memantapkan cara-cara bertingkah laku yang dapat diterima lingkungan sosialnya.
  6. Mengenal kemampuan, bakat, minat serta arah perkembangan karir.
  7. Mengembangan pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan kebutuhannya untuk melanjutkan pelajaran dan atau berperan serta dalam kehidupan masyarakat.
  8. Mengenal gambaran dan mengembangan sikap tentang kehidupan mandiri, baik secara emosional maupun sosial ekonomis.
  9. Mengenal seperangkat sistem etika dan nilai-nilai untuk pedoman hidup sebagai pribadi, anggota masyarakat, warga negara, dan sebagai makhluk Tuhan.
Pemahaman terhadap peserta didik diperlukan dalam rangka membantu peserta didik menjalani tugas-tugas perkembangan tersebut secara optimal, sehingga peserta didik memiliki kecakapan hidup dan mampu menjalani realita dalam kehidupannya sesuai potensi yang ada pada dirinya.

Sumber : PEDOMAN DIAGNOSTIK POTENSI PESERTA DIDIK, Direktorat Pendidikan Menengah Umum Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama Departemen Pendidikan Nasional 2004

26 June 2015

Pengguna PPDB Online Pustekom Kemdikbud tidak perlu input data siswa baru pada dapodik

Kabar gembira bagi operator sekolah yang daerahnya sudah menggunakan fasilitas PPDB online milik Pustekom Kemdikbud, karena kemungkinan besar akan diintegrasikan ke dapodik versi 3.04 yang rencananya akan dirilis awal Juli mendatang. Dengan diintegrasikannya PPDB online dari Pustekom Kemdikbud maka OPS tidak perlu input ulang siswa baru pada aplikasi dapodik. Dengan demikian pekerjaan OPS menjadi lebih ringan. 

Hal tersebut diungkapkan oleh Bp. Yusuf Rokhmat yang ditulis dalam satus facebooknya (22/06/2015; 21:57 wita) seperti pada gambar berikut ini :

Seperti diketahui bahwa Sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online adalah salah satu layanan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) bagi penerimaan siswa baru yang meliputi jenjang pendidikan SD, SMP, serta SMA/SMK yang hasilnya dapat dilihat secara realtime dengan memanfaatkan teknologi internet (dari mana saja dan kapan saja). 

Meskipun sistem PPDB Online merupakan salah satu layanan Kemdikbud namun Kemdikbud bukan satu-satunya penyedia sistem penerimaan siswa baru secara online. Ada banyak penyedia layanan PPDB, ada yang diselenggarakan oleh daerah maupun oleh pihak ketiga. Dalam hal ini Bp. Yusuf Rokhmat bahwa integrasi dapodik hanya kepada fasilitas PPDB online dari Pustekom Kemdikbud.

Lebih jauh dijelaskan mengenai teknis maupun pelaksanaan PPDB online diserahkan kepada daerah masing-masing. Hal ini sesuai dengan ketentuan yang dipersyaratkan bagi Kab/Kota yang menggunakan fasilitas PPDB online dari Pustekom Kemdikbud.

Persyaratan dan Ketentuan PPDB online 2015 

Aplikasi Sistem PPDB Online disediakan oleh Pustekkom untuk mendukung proses Penerimaan Calon Peserta Didik Baru (PPDB) yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. 

Sistem PPDB Online ini dapat dimanfaatkan untuk proses PPDB beberapa jenjang pendidikan, yaitu:
NO Jenjang Sumber Data
01 SD Nomor Induk Kependudukan NIK, Akta Kelahiran
02 SMP Daftar Nilai Ujian Sekolah (US) 2014/2015
03 SMA Daftar Nilai UN SMP 2014/2015
04 SMK Daftar Nilai UN SMP 2014/2015
PPDB online Pustekom Kemdikbud
PPDB online Pustekom Kemdikbud
Jika Dinas  Pendidikan Kabupaten/Kota berminat untuk mempergunakan fasilitas PPDB online yang disedikan oleh Pustekom Kemdikbud, maka prosedurnya adalah :
  1. Kepala Dinas pendidikan kabupaten/kota mengajukan surat kepada kepala PUSTEKKOM KEMDIKBUD selambat-lambatnya pada tanggal 10 April 2014 pukul 24.00 WIB yang kemudian diperpanjang sampai dengan hari Rabu, 15 April 2015.
  2. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota yang sudah tercatat sebagai calon peserta PPDB oleh Pustekkom Kemdikbud melakukan registrasi kedalam sistem PPDB  http://ppdb.kemdikbud.go.id/daftar
  3. Dinas Pendidikan mengunduh dokumen persyaratan peserta PPDB (Juknis, Perwal/Perbup)
  4. Dinas Pendidikan menetapkan juknis dan perwal yang telah disahkan
  5. Dinas Pendidikan menetapkan tim operasional PPDB yang mengacu kepada POS Sistem PPDB Online PUSTEKKOM KEMDIKBUD.
  6. Menyediakan infrastruktur yang dibutuhkan (komputer, printer, internet) di kantor Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan sekolah-sekolah peserta PPDB Online.
  7. Menyediakan dan mengirimkan 1 (satu) orang Penanggung Jawab dan 1 (satu) orang Administrator TIK untuk dilatih dan dikembangkan di PUSTEKKOM KEMDIKBUD.
  8. Menyediakan dan meng-import file Daftar Nilai Ujian Sekolah (US) untuk jenjang SD dan Daftar Nilai UN jenjang SMP tahun  2014 ke Database PPDB Online di Data Center Jardiknas PUSTEKKOM KEMDIKBUD untuk data simulasi Pelatihan dan Uji Coba Pendaftaran Calon Peserta Didik Baru.
  9. Bersedia mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan oleh Tim PPDB Online PUSTEKKOM KEMDIKBUD.
Semoga di tahun-tahun mendatang semua daerah di seluruh Indonesia bisa memanfaatkan fasilitas gratis yang disediakan oleh pemerintah ini, karena dalam perkembangannya PPDB online pada awal pelaksanaan yaitu pada tahun 2011, baru diikuti oleh 2 kabupaten/kota, tahun 2012 diikuti 9 kabupaten/kota, tahun 2013 diikuti 14 kabupaten/kota, tahun 2014 diikuti 29 kabupaten/kota dan tahun 2015 sudah diikuti oleh 42 Kab/Kota yaitu :
  1. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Karanganyar
  2. Dinas Pendidikan Kota Tebing Tinggi
  3. Dinas Pendidikan Kabupaten Sijunjung
  4. Dinas Pendidikan Kabupaten Purbalingga Jaw Tengah
  5. Dinas Pendidikan Kota Bandar Lampung
  6. Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi
  7. Dinas Pendidikan Kabupaten Temanggung
  8. Dinas Pendidikan Kota Padang Panjang
  9.  Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kudus
  10. Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas
  11. Dinas Pendidikan Kota Gorontalo
  12. Dinas Pendidikan Kota Pontianak
  13. Dinas Pendidikan Kota Banjar Baru
  14. Dinas Pendidikan Kota Dumai
  15. Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Utara
  16. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Banda Aceh
  17. Dinas Pendidikan Kabupaten Tanah Laut
  18. Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin
  19. Dinas Pendidikan Kabupaten Sragen
  20. Dinas Pendidikan Kota Manado
  21. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda
  22. Dinas Pendidikan Tangerang Selatan
  23. Dinas Pendidikan Kota Sibolga
  24. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Mataram
  25. Dinas Pendidikan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan
  26. Dinas Pendidikan Kota Tanjung Pinang
  27. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kota Baru
  28. Dinas Pendidikan Kota Bogor
  29. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Pekalongan
  30. Dinas Pendidikan Kota Pekan Baru
  31. Dinas Pendidikan Kota Batam
  32. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pangandaran
  33. Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Utara
  34. Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis
  35. Dinas Pendidikan Kota Bontang
  36. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Demak
  37. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Waringin Barat
  38. Dinas Pendidikan Kabupaten Bungo
  39. Dinas Pendidikan Kota Tajungbalai
  40. Dinas Pendidikan Berau
  41. Dinas Pendidikan Nasional Kota Ternate
  42. Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Tengah

19 July 2014

KETENTUAN PERMOHONAN PERUBAHAN NISN, NAMA DAN TANGGAL LAHIR PADA APLIKASI VERVAL PD

Pengajuan Perubahan Nama dan Tanggal Lahir Siswa pada menu Edit Data

Prooses verval pd tidak selamanya berjalan mulus, dikarenakan ketidakvalidan dalam pproses awal pengentrian data pada aplikasi dapodikdas, sehingga muncul berbagai permasalahan di mana data siswa tidak sesuai dengan dokumen-dokumen pendukung yang ada seperti Ijazah, akte kelahiran dan sebaiknya. Akan tetapi dalam aplikasi verval pd terbaru kini dilengkapai dengan fasilitas/menu Edit Data.

Menu Edit Data dapat dilakukan untuk melakukan perubahan terhadap NISN atau perubahan Nama dan Tanggal Lahir peserta didik. Adpun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :

Untuk permohonan Perubahan NISN :

  1. Pilih menu Edit Data (Permohonan Perubahan) kemudian tekan tombol Perubahan NISN
  2. Pilih siswa yang akan diubah NISN nya

Sedangkan untuk permohonan perubahan nama dan tanggal lahir :

  1. Pilih menu permohonan perubahan tekan tombol Perubahan Nama dan Tanggal lahir
  2. Pilih siswa yang akan diubah Nama dan Tanggal lahir nya
  3. Masukkan nama dan Tanggal lahir siswa yang diinginkan
  4. Tekan tombol lampirkan dokumen pendukung (Akte Kelahiran, Kartu Keluarga, Ijazah terakhir)
  5. Tunggu konfirmasi persetujuan permohonan perubahan maksimal 2 x 24 jam
  6. Tekan status Permohonan Perubahan untuk mengetahui informasi persetujuan dari PDSP
  7. PermohonanPerubahan Nama dan Tanggal Lahir siswa tersebut tetap menggunakan Nama dan Tanggal Lahir yang ada

Untuk mengajukan permohonan Perubahan NISN maupun perubahan Nama atau Tanggal Lahir siswa dibutuhkan dokumen-dokumen pendukung. Menurut Bp. Taufik Lone, salah seorang admin PDSP sebelum upload lampiran edit data yang harus diperhatikan adalah :

  1. Field tidak boleh kosong
  2. Format File lampiran, JPG, PNG
  3. File tidak melebihi 800Kb

Sedangkan File yang disyaratkan sebagai lampiran diantaranya :

  1. Akta kelahiran
  2. Surat Kenal Lahir
  3. Kartu Keluarga
  4. Ijazah (untuk PD SMP/SMA/SMK)
  5. SKHUN
  6. Atau berkas lain yang Syah menurut Hukum yang berlaku

Catatan :

  • Apabila File berupa copy dari berkas tersebut diatas, berkas harus di legalisir oleh Kepala Sekolah dan dibubuhi stempel basah,
  • File lampiran yang di upload, akan segera di Approve/permohonan pengajuan disahkan oleh Admin VervalPD PDSP, apabila file tidak memenuhi ketentuan yang berlaku,
  • Pengajuan akan di reject/permohonan pengajuan ditolak dan pada menu status akan ada komentar/alasan pembatalan dari Admin verval PDSP

13 July 2014

CARA PRAKTIS MENYIMPAN NISN HASIL VERVAL DI APLIKASI DAPODIKDAS (BUKAN DENGAN KETIK MANUAL)

Untuk mengeluarkan NISN dari hasil verval pd, sebelumnya tidak terdapat fasilitas yang tersedia baik pada aplikasi verval pd maupun pada aplikasi dapodidas. Tetapi itu bisa dilakukan dengan cara manual yaitu dengan jalan copy paste ke program MS. Excel (baca kembali CARA MENYIMPAN NISN HASIL VERVAL PD KE DALAM FORMAT EXCEL ).
Sekarang langkah tersebut tidak perlu lagi dilakukan, karena data NISN sudah diintegrasikan ke dalam aplikasi dapodikdas, dapat juga didownload pada progress pengiriman.

Bagaiamana caranya ?

  1. Selesaikan terlebih dahulu VerVal NISN sampai dengan Konfirmasi Data. Pastikan semua data sudah valid dan sesuai bukti fisik di http://vervalpd.data.kemdikbud.go.id/
  2. Lakukan install ulang Aplikasi Dapodikdas dengan menggunakan prefill baru hasil generate;
    • Panduan Install ulang 2.08 dengan prefill baru dapat dilihat DI SINI
  3. Lakukan Sinkronisasi Dapodik dengan memakai versi 208.
  4. Maka NISN yang belum terisi di dapodiknya akan terisi OTOMATIS
  5. NISN yang salah akan digantikan NISN hasil verval secara OTOMATIS

Untuk mengeluarkan NISN dapat dilakukan dengan cara :

  • Login ke Progress Pengiriman ( http://dapo.dikdas.kemdikbud.go.id/exreport) menggunakan Kode Registrasi masing-masing, kemudian unduh file excel pada menu kiri bawah Tombol download pada progress pengiriman dapodikdas
  • Klik tombol unduh pada tab Peserta Didik di aplikasi dapodikdas.Tombol Unduh pada Tab. Peserta Didik
  • NISN siap digunakan untuk berbagai kepentingan.
Selamat mencoba

24 June 2014

SMP NEGERI 3 PRINGGABAYA AKAN TERIMA 7 ROMBEL PESERTA DIDIK BARU

Kegiatan Panitia PPDB SMPN 3 Pringgabaya 2014 Tahun Pelajaran 2014/2015 SMP Negeri 3 Pringgabaya merencanakan akan menerima 7 kelas Peserta Didik Baru. Jika 1 kelas berisi 36 orang siswa berarti jumlah peserta didik baru yang akan diterima sejumlah 252 orang. Hal ini dikemukakan oleh 

Kepala SMP Negeri 3 Pringgabaya Muhadis, S.Pd. ketika ditemui di ruang kerjanya Senin pagi, 23/06/2014. "Rencana penerimaan peserta didik baru sebanyak 7 kelas atau rombel itu disesuaikan dengan jumlah ruang kelas yang tersedia." demikian imbuhnya.

Jika tahun ini jumlah siswa yang akan diterima sebanyak 7 kelas berarti Tahun Pelajaran 2014/2015 akan memiliki 20 rombel, meningkat dari tahun lalu yang hanya 19 rombongan belajar. 

Menurut Muhadis saat ini memang jumlah ruang kelas  yang tersedia hanya 17 ruang, akan tetapi tahun anggaran 2014 SMP Negeri 3 Pringgabaya akan mendapat bantuan DAK (Dana Alokasi Khusus) untuk pembangunan fasilitas Ruang Perpustakaan. Perpustakaan yang sudah ada kita rencanakan akan kita modifikasi menjadi sebuah ruang kelas.

Penambahan jumlah rombel dan implementasi kurikulum 2013 pada kelas 7 dan 8 tentu saja berpengaruh terhadap kebutuhan jumlah guru. "Saat ini kita kekurangan 2 orang guru Bahasa Indonesia" kata Abdul Kahar Muzakkir, seorang guru IPA yang juga menjadi Wakil Kepala Sekolah yang menangani urusan kurikulum.

"Kita belum bisa menentukan langkah yang akan kita tempuh dalam mengatasi kekurangan guru tersebut, kita menunggu kebijakan dari Dinas Dikpora Lombok Timur yang rencananya dalam waktu dekat akan mengadakan mutasi dalam rangka pemerataan guru. Jangan sampai kalau kita mengangkat tenaga honorer, tiba-tiba ada guru PNS yang mutasi masuk ke sini, kan kita bisa repot" tegas Muhadis.(aka)